Uji Milon (Pengertian, Prinsip Kerja, Uji Positif, dan Keguanan)

Pengertian

Uji millon merupakan uji atau analisis pada makromolekul protein berupa derivate monofenol yaitu tirosin. Dalam uji millon digunakan suatu pereaksi yang akan mendeteksi keberadaan protein terlarut. Pereaksi ini disebut sebagai pereaksi millon. Pereaksi millon adalah pereaksi yang terdiri dari larutan merkuro dan merkuri nitrat dalam asam nitrat dengan cara melarutkan logam raksa (Hg) dalam asam nitrat (HNO3) lalu diencerkan dengan air. Reaksi yang mendasari pada uji millon adalah protein yang ditambahkan garam merkuri maka akan terjadi koagulasi. Dengan adanya pemanasan reaksi akan berlangsung lebih cepat dan endapan akan berubah menjadi senyawa kompleks apabila adanya gugus aromatik dalam sampel protein. Tirosin merupakan asam amino yang mengandung gugus fenol pada rantai sampingnya (gugus R).


Prinsip kerja/ Prosedur

Bahan dan pereaksi:
• Pereaksi millon (2,5 gr merkuri sulfat + 5 ml HNO3 pekat + 15 ml aquades)
• Larutan yang akan diuji 
Langkah kerja:
• Masukkan 2 ml bahan yang akan diuji ke dalam tabung reaksi.
• Tambahkan dengan 5 tetes pereaksi millon.
• Panaskan dengan hati-hati.
• Perhatikan perubahan warna yang terjadi. 

Hasil dan Uji Positif dari Uji Milon

Apabila pereaksi millon ditambahkan pada larutan protein, akan menghasilkan endapan putih yang dapat berubah menjadi merah oleh pemanasan. Pada dasarnya reaksi ini positif untuk fenol-fenol, karena terbentuknya senyawa merkuri dengan gugus hidroksifenil yang berwarna. Protein ini mengandung tirosin akan memberikan hasil positif. Perbedaan antara asam nitrat pekat (uji xanthoprotein) dengan pereaksi millon adalah pada uji xanthoprotein yang diuji adalah semua asam amino aromatik yaitu tirosin, fenilalanin, dan triptofan. Sedangkan pada uji millon yang diuji hanya tirosin saja.
Prinsip dari uji millon adalah reaksi yang digunakan khusus untuk protein yang mengandung asam dengan radikal hidroksil fenil sebagai penyusunnya. Reaksi millom khusus untuk protein yang struktur kimianya mengandung residu tirosin.

Kegunaan Uji Milon

Uji millon umumnya digunakan untuk menunjukkan adanya asam amino tirosin pada suatu zat. Uji millon bekerja terhadap derivat-derivat monofenol seperti tirosin. Tirosin akan ternitrasi oleh asam nitrat sehingga memperoleh penambahan gugus N=O, gugus tersebut secara reversibel (bolak-balik) dapat berubah menjadi N-OH (hidroksifenil). Merkuri dalam pereaksi millon akan bereaksi dengan gugus hidroksifenil dari tirosin membentuk warna merah. Uji millon tidak spesifik untuk asam amino tirosin. Semua senyawa yang mengandung gugus fenol akan positif dengan uji ini.

Catatan:
Uji millon tidak spesifik untuk asam amino tirosin. Semua senyawa yang mengandung gugus fenol akan positif dengan uji ini. Bahan-bahan yang mengandung senyawa fenol seperti minyak cengkeh dan cairan pembasmi rumput dapat menunjukkan hasil positif dengan uji millon, padahal bahan-bahan tersebut tidak mengandung tirosin.