Uji Biuret (Pengertian, Prinsip Kerja, Reaksi dan Uji Positif) - NoorKhafidzin

Uji Biuret (Pengertian, Prinsip Kerja, Reaksi dan Uji Positif)


Pengertian Uji Biuret

Uji Biuret merupakan salah satu uji bahan makanan yang mengandung protein. Fungsi uji biuret adalah untuk mengetahui adanya ikatan peptida pada sampel. Biuret merupakan reagen campuran antara NaOH dan CuSO4 yang digunakan untuk menguji adanya kandungan protein. Bahan makanan yang mengandung protein akan berubah warna menjadi ungu setelah ditetesi biuret. 

Metode biuret ini merupakan metode yang baik untuk menentukan kandungan larutan protein karena seluruh protein mengandung ikatan peptida. Reaksi uji biuret juga dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi protein karena semakin banyak kandungan protein, maka semakin banyak pula peptida yang berikatan dengan ion Cu2+, sehingga warna ungu akan semakin pekat.  Uji ini menggunakan reagen biuret yang mengandung NaOH dan CuSO4 encer. Reagen biuret akan bereaksi dengan ikatan peptida protein pada sampel. Adanya protein sampel ditunjukkan perubahan sampel menjadi warna ungu. Pembentukan warna disebabkan karena adanya kompleks ion Cu2+ dengan ikatan peptida protein. 

Prinsip Kerja Uji Biuret

Langkah kerja uji biuret sebagai berikut: 

1. Masukkan bahan yang akan diuji dalam tabung reaksi sebanyak 2 ml. 

2. Masukkan 2ml NaOH 10% dalam tabung yang sama. 

3. Tetesi larutan diatas dengan 1-10 tes CuSO4 0,1 % dengan menggunakan pipet. 

4. Amati perubahan warna yang terbentuk 

Reaksi yang terjadi:

Uji Positif Tes Biuret

Uji positif menghasilkan kompleks Cu berwarna ungu. Hal ini menunjukkan adanya ikatan peptida dalam protein. Semakin banyak/semakin panjang ikatan peptida dalam protein maka warna ungu akan semakin kuat intensitasnya. 

Kesimpulan

Uji biuret merupakan uji yang dilakukan untuk mengetahui kandungan protein dalam suatu bahan makanan. Dengan uji ini dapat diketahui adanya ikatan peptida pada sampel. Uji ini menggunakan reagen biuret yang mengandung NaOH dan CuSO4 encer dan akan menghasilkan uji positif berwarna ungu apabila di dalam sampel terdapat ikatan peptida. Semakin panjang ikatan peptida dalam protein maka warna ungu akan semakin kuat intensitasnya.