Uji Protein Koagulasi (Pengertian, Prosedur, Reaksi dan Uji Positif)

Pengertian


Uji biokimia yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan protein seperti albumin dan globulin dalam protein. Koagulasi protein sebagai respons terhadap panas adalah fenomena umum. Koagulasi panas protein terjadi dalam salah satu dari dua tahap; denaturasi dan aglutinasi atau pemisahan protein yang didenaturasi dalam bentuk tertentu. Koagulasi protein adalah proses ireversibel yang maksimum pada pH isoelektrik protein. Koagulasi panas protein merupakan uji klinis penting untuk mendeteksi proteinuria. Ini sederhana dan tidak memakan waktu. Estimasi protein secara kualitatif dan kuantitatif dapat dilakukan dengan metode koagulasi panas. Analisis kuantitatif koagulasi dapat dilakukan dengan mengukur koagulum yang terbentuk pada tabung 
reaksi.

Tujuan

Untuk tujuan dari uji koagulasi adalah mendeteksi keberadaan protein dalam sampel tertentu dan mendeteksi keberadaan albumin, globulin, dan protein lain yang terkandung dalam urin.

Prinsip

Prinsipnya adalah perubahan struktur protein yang diakibatkan oleh pemanasan dan perubahan pH. Pemanasan tersebut menghasilkan denaturasi protein, karena ikatan yang bertanggung jawab pada struktur protein tersier dan kuartener putus. Saat protein dapat digumpalkan dan dipanaskan dalam pH isoelektrik, maka rantai polipeptida akan menempel dan membentuk massa yang tidak dapat larut yang akan kembali menjadi cairan. Perbedaan proses koagulasi maksimum pada titik isoelektrik dan massa koagulum adalah ukuran partikel dan konsentrasi protein. Reagen uji koagulasi panas albumin dan globulin adalah klorofenol merah yang mengandung asam asetat dan dapat memutuskan ikatan peptida dalam protein, serta memfasilitasi koagulasi. Klorofenol merah mengatur pH sampel ke titik isoelektrik albumin.

Persyaratan

Bahan :
a. Indikator merah klorofenol
b. Larutan asam asetat 1%
c. Sampel
Alat :
a. Tabung reaksi
b. Dudukan tabung reaksi
c. Pipet
d. Pemanas
e. Penjepit kayu

Prosedur Pengujian

a. Memasukkan sampel kedalam tabung reaksi hingga terisi dua pertiga bagian dari tabung reaksi.
b. Menambahkan indikator merah klorofenol sebanyak 1-2 tetes ke dalam tabung reaksi secara perlahan tetes demi tetes.
c. Ketika larutan pada tabung reaksi sudah berwarna ungu, menambahkan larutan asam asetat 1% tetes demi tetes hingga warna larutan berubah menjadi merah muda pucat.
d. Memanaskan tabung reaksi dengan cara memiringkannya agar bagian atas fluida juga terkena panas.
e. Mengamati perubahan (pembentukan koagulum) yang terjadi.

Hasil dan Uji Positif

Dalam uji koagulasi, uji positif keberadaan protein ditunjukan dengan adanya koagulum pada bagian atas sampel setelah dipanaskan. Bagian bawah larutan berfungsi sebagai kontrol. Sehingga, apabila setelah dipanaskan larutan tidak menimbulkan koagilan pada lapisan atasnya maka sampel tidak mengandung protein (uji negatif).


Kegunaan

Uji koagulasi panas digunakan untuk mendeteksi keberadaan protein albumin dan globulin dalam sampel urin. Albumin dan globulin dalam urin diamati dalam keadaan patologis yang mana keberadaannya dapat ditentukan secara meyakinkan dengan uji koagulasi panas yang biasanya digunakan untuk membantu dalam diagnosis penyakit. uji koagulasi merupakan uji yang paling umum untuk mendeteksi protein dalam urin.