. Metode Pembelajaran: Metode Small Group Discussion (SGD) - NoorKhafidzin -->

Metode Pembelajaran: Metode Small Group Discussion (SGD)

Pengertian

Metode pembelajaran SGD adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam suatu kelompok kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Metode SGD dilakukan de-ngan membagi siswa dalam kelompok kelompok yang jumlah anggotanya antara empat sampai enam mahasiswa dalam satu kelompok yang bekerja terlepas dari guru (Slavin, 2011). SGD merupakan metode pembelajaran yang dilakukan dengan mengelompokkan siswa dalam kelompok kecil untuk berkerja sama dalam kegiatan diskusi,hal ini sesuai dengan salah satu prinsip dalam mengajarkan keterampilan abad-21 untuk menggalakkan kerja sama kelompok (Saavedra &  Opfer, 2012).

Metode

Penerapan metode diskusi kelompok kecil dilakukan dengan membagi keselu-ruhan mahasiswa di dalam kelas menjadi beberapa kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 3-5 orang, penentuan anggota kelompok dipilih secara random. Dosen menyajikan masalah untuk setiap kelompok dan setiap kelompok akan mencoba memecahkan masalah tersebut. Pada akhir diskusi setiap kelompok melaporkan hasil diskusi kelompoknya dan dilanjutkan dengan menyimpulkan hasil diskusi bersama dosen. Setelah kesimpulan disampaikan, mahasiswa dan dosen melakukan refleksi atas kegiatan diskusi yang dilakukan. Kegiatan refleksi dapat berupa penilaian terhadap proses jalannya diskusi. Dosen dapat menggunakan respon siswa sebagai kesempatan untuk mengevaluasi kesiapan mereka untuk belajar lebih dalam dan memperkenalkan konsep-konsep baru yang sesuai dan menantang pemikiran mereka (Bolstad, 2011)
Penelitian ini termasuk dalam jenis classroom action research. Peneliti terlibat secara langsung dalam proses penelitian bersama kolaborator. Prosedur penelitian difokuskan pada pemberian tindakan sebagai solusi dari suatu permasalahan. Pemberian tindakan dilakukan dengan menganalisis keadaan dan melihat kesenjangan antara kondisi yang diinginkan dengan kenyataan di lapangan kemudian merumuskan rencana pelaksanaan tindakan. Setelah itu peneliti terlibat secara penuh dalam melaksanakan rencana tindakan, melakukan observasi, menganalisis data yang diperoleh dan melaporkan hasil penelitian. Tindakan yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah penerapan metode Small Group Discussion (SGD) berbasis Peer Assesment. Desain penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam serang-kaian langkah yang berbentuk spiral dimana penelitian dilakukan dalam dua siklus dan di setiap siklus terdapat empat langkah penelitian yaitu, planning, acting, observing, dan reflecting

Tahapan-Tahapan

Ada tahapan-tahapan untuk melakukan diskusi, ada 7 langkah mulai dari fokus kasus sampai pemecahan masalah yang biasa disebut Seven jump steps.






Ciri-Ciri

Ciri-ciri Small Group Discussion (SGD) menurut Ismal dalam (Dadahri.2012) antara lain adanya kerjasama antara sesama anggota kelompok, keterampilan berbagi dalam kelompok, dan adanya peran aktif atau keterampilan partisispasi dari masing-masing anggota kelompok.
Dasar Model Small Group Discussion
1. Dasar Yuridis
Dasar yuridis sebagai dasar yang berkaitan dengan masalah pendidikan dan pembelajaran. Hal tersebut tercermin dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional Pada pasal1 berbunyi bahwa jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu tujuan.
2. Dasar Psikologis
Dasar psikologis akan terlihat pada diri manusia tercermin pada kehidupan sehari - hari. Kegiatan tersebut dapat digolongkan ke dalam tiga golongan utama secara hakiki yaitu:
  • Kegiatan yang bersifat individual
  • Kegiatan yang bersifat sosial, serta
  • Kegiatan yang bersifat ketuhanan.

3. Dasar Religius
Azas kooperatif juga memiliki azas agama yang termaktub dalam Q.S. al-Maidah ayat 2 yang berbunyi:
“... Dan tolong - menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong - menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran...”.(QS. Al - Maidah: 2)
Dalam hadits juga dijelskan tentang pentingnya saling menolong seperti Hadits Anas bin Malik “Dari Anas RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tolonglah saudaramu yang dzalim atau yang didzalimi. Dikatakan bagaimana jika menolong yang dzalim? Rasulullah menjawab: Tahanlah (hentikan) dia dan kembalikan dari kedzalimannya, karena sesungguhnya itu merupakan pertolongan padanya.” (HR. Muslim)
Ayat di atas dapat diketahui bahwa prinsip kerjasama dan saling membantu dalam kebaikan juga sangat dianjurkan oleh agama (Islam). Jadi yang menjadi dasar model small group discussion pentingnya menciptakan kerja sama dalam proses belajar mengajar.

Prinsip-Prinsip Model Small Group Discussion

Secara umum prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam strategi pembelajaran aktif yang diturunkan dari prinsip belajar adalah:
1. Hal apapun yang dipelajari oleh murid, maka ia harus mempelajarinya sendiri tidak ada seorangpun yang dapat melakukan kegiatan belajar tersebut untuknya.
2. Setiap murid belajar menurut tempo (kecepatan sendiri dan setiap kelompok umur terdapat variasi dalam kecepatan belajar)
3. Seorang murid belajar lebih banyak bilamana setiap langkah memungkinkan belajar secara keseluruhan lebih berarti.
4. Apabila murid diberikan tanggungjawab untuk mempelajari sendiri, maka ia lebih termotivasi untuk belajar, ia akan belajar dan mengingat secara lebih baik. Model small group discussion pada dasarnya menuntut adanya partisipasi aktif dari peserta didik dalam proses pembelajaran yang dilakukan. Ada beberapa prinsip belajar dalam model small group discussion yang dapat menunjang tumbuhnya cara siswa belajar aktif dalam proses pembelajaran yang dilakukan, yaitu: 
1) Stimulasi belajar
Pesan yang diterima siswa dari guru melalui informasi biasanya dalam bentuk stimulus. Stimulus tersebut dapat berbentuk verbal/bahasa, visual, auditif, taktik, dan lain-lain. Ada dua cara yang mungkin membantu para siswa agar pesan tersebut mudah diterima. Cara pertama perlu adanya pengulangan sehingga membantu siswa dalam memperkuat pemahamannya. Cara kedua adalah siswa menyebutkan kembali pesan yang disampaikan guru kepada siswa. 
2) Perhatian dan motivasi
Perhatian dan motivasi merupakan prasyarat utama dalam proses belajar mengajar. Ada beberapa cara untuk menumbuhkan perhatian dan motivasi, antara lain melalui cara mengajar yang bervariasi, mengadakan pengulangan informasi, memberikan stimulus baru, misalnya melalui pertanyaan-pertanyaan kepada siswa memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan keinginan belajarnya, menggunakan media dan alat bantu yang menarik perhatian siswa, seperti gambar, foto, diagram, dan lainlain. Sedangkan motivasi belajar bisa tumbuh dari dua hal, yakni tumbuh dari dalam dirinya sendiri dan tumbuh dari luar dirinya. 
3) Respons yang dipelajari
Keterlibatan atau respons siswa terhadap stimulus guru bisa meliputi berbagai bentuk seperti perhatian, proses internal terhadap informasi, tindakan nyata dalam bentuk partisipasi kegiatan belajar seperti memecahkan masalah, mengerjakan tugastugas yang diberikan guru, menilai kemampuan dirinya dalam menguasai informasi, melatih diri dalam menguasai informasi yang diberikan dan lain-lain. 
4) Penguatan 
Sumber penguat belajar untuk pemuasan kebutuhan berasal dari luar dan dari dalam dirinya. Penguat belajar yang berasal dari luar diri seperti nilai, pengakuan prestasi siswa, persetujuan pendapat siswa, ganjaran, hadiah dan lain-lain, merupakan cara untuk memperkuat respons siswa. Sedangkan penguat dari dalam dirinya bisa terjadi apabila respons yang dilakukan siswa betul-betul memuaskan dirinya dan sesuai dengan kebutuhannya. 
5) Pemakaian dan pemindahan
Belajar dengan memperluas pembentukan asosiasi dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk memindahkan apa yang sudah dipelajari pada situasi lain yang serupa di masa mendatang. Asosiasi dapat dibentuk melalui pemberian bahan yang bermakna, berorientasi kepada pengetahuan yang telah dimiliki siswa, memberi contoh yang jelas, pemberi latihan yang teratur, pemecahan masalah yang serupa, melakukan dalam situasi yang menyenangkan. 

Kelebihan

Penerapan metode Small Group Discussion berbasis peer assesment dapat meningkatkan keterampilan komunikasi lisan mahasiswa calon guru sekolah dasar. Hal ini disebabkan penerapan metode SGD berbasis peer assesment memiliki kelebihan terutama dalam peningkatan keterampilan komunikasi lisan mahasiswa terutama dalam meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam diskusi, mempresentasikan hasil diskusi, menjelaskan dan merepresentasikan materi dan  membangun hubungan baik dengan anggota kelompok. Melalui kegiatan diskusi kelompok kecil yang mengintegrasikan proses peer assesment, maka akan memicu tuntutan mahasiswa untuk berfikir dan bertindak secara maksimal.

Kekurangan 

Kekurangan dari SGD sering terjadi karena adanya problem individual. Kepasifan salah satu atau beberapa anggota karena terlalu bergantung dengan anggota lain dalah salah satu permasalahan yang dapat ditemui dalam SGD. Hal ini dikarenakan salah satu atau beberapa mahasiswa lebih aktif dan agresif dalam berpartisipasi dalam kegiatan SGD sehingga mahasisiwa yang lain hanya mengikuti tanpa kontribusi yang berarti. (Edmunds dan Brown, 2013). Contoh dari hal ini adalah saat pembuatan tugas kelompok. Konflik pribadi antar anggota SGD juga merupakan hal yang sulit dihindari dalam SGD karena dasar perbedaan karakter dari tiap individu. Masalah lainnya adalah penggunaan waktu SGD yang disalahgunakan oleh mahasiswa untuk kegiatan yang tidak berhubungan dengan pembelajaran merupakan hal yang sering terjadi ketika fasilitator tidak hadir dalam diskusi (Gunn, 2007, pp. 4-6). Kekurangan dalam SGD dapat diminimalisir apabila ada kerjasama dan kesadaran diri dari setiap anggota SGD.
Contoh Penerapan  
- Small Group Discussion berbasis peer assesment : meningkatkan keterampilan komunikasi lisan calon guru sekolah dasar.
- Model Small Group Discussion dan Hasil Belajar IPS

Referensi

Dadahri, W. (2012). Implementasi strategi pembelajaran small group discussion pada mata pelajaran IPS kelas IV MI Al Falah Jatirokeh Songgom Brebes (S1), Institut Agama Islam Negeri Walisongo, Semarang.
Edmunds, S & Brown, G. (2013). Effective small group learning, Dundee: Association for Medical Education in Europe, viewed 21 July 2016, pp. 20-21, https://www.amee.org/getattachment/AMEE-Initiatives/ESME-Courses/AMEE-ESME Face-to-Face-Courses/ESME/ESME-Online-Resources-China-Dec-2015/Effective-small-group-learning-Guide-No-48.pdf 
Gunn, V. (2007). Approaches to Small Group Leaning and Teaching University of Glasgow, viewed 21 July 2016, pp. 4-6, http://www.gla.ac.uk/media/media_12157_en.pdf
Melvin L. Silberman. (2009). Active Learning. Bandung: Nusamedia.

logo
Berlomba-lombalah dalam kebaikan, fastabiqul khairat.
  • Twitter
  • Instagram
  • Subscribe Our Newsletter

    Related Posts

    Buka Komentar
    Tutup Komentar

    0 Response to "Metode Pembelajaran: Metode Small Group Discussion (SGD)"

    Post a Comment

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel