Pemblokir Iklan Terdeteksi

Matikan adBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

translate to english
Hallo pembaca! Selamat datang 😊 Support penulis dengan cara share dan tusuk ikannya terima kasih ☺️

Hubungan Kerjasama Guru Matapelajaran dan Guru BK dalam Bimbingan Karier Bagi Siswa

Bimbingan karier adalah upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah guna mempersiapkan karier sejak dini bagi siswa-siswanya. Bimbingan karier dilakukan

Hubungan Kerjasama Guru Matapelajaran dan Guru BK dalam Bimbingan Karier Bagi Siswa

Bimbingan karier adalah upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah guna mempersiapkan karier sejak dini bagi siswa-siswanya. Bimbingan karier dilakukan pada berbagai jenjang pendidikan, sejak pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi. Hal ini ditujukan supaya siswa memiliki pandangan akan karier yang paling sesuai dengan diri, sehingga memudahkan untuk melakukan pemilihan sebagai akhir dari pilihan karier.

Banyak dikenal di kalangan luas, karier adalah sama dengan pekerjaan. Apakah seperti itu? Ternyata bukan. Karier merupakan terminologi yang memiliki makna jauh lebih luas dibanding sekedar pekerjaan. Karier melibatkan proses untuk memahami, mengeksplorasi, mencoba, dan akhirnya mmeilih berbagai pilihan dalam hidup, salah satunya adalah pemilihan pekerjaan.

Contoh dari perjalanan karier adalah: individu mengenal berbagai pekerjaan sejak kecil tetapi ia belum mengetahui bagaimana pekerjaan itu dilakukan, pendapatan utuhnya berapa, resiko-resiko yang dihadapi apa saja ketika mengambil pekerjaan itu, syarat masuk ke sana apa saja, yang diketahui baru sekadar kagum saja; dilanjutkan dengan individu mulai melakukan eksplorasi dengan membandingkan satu pekerjaan dengan pekerjaan lainya yang ada di sekelilingnya maupun yang diamatinya di tempat yang lain; dilanjutkan dengan mengenal secara menalam macammacam pekerjaan termasuk bagaimana individu bisa masuk dan menjadi bagian dari sebuah pekerjaan dan menyesuaikan dengan kondisi diri sendiri serta lingkungan; hingga akhirnya individu mampu memilih dengan tepat sebuah pekerjaan. Karier belum berhenti sampai pada pemilihan pekerjaan saja, melainkan masih terus berlanjut dengan bagaimana individu bisa bertahan pada pekerjaan yang telah dipilihnya, berprestasi, dan terus meroket naik pada puncak karier, hingga akhirnya berkenaan dengan usia dan hambatan lain, karier individu bisa meredup atau berhenti. 

Kesemua hal berkenaan dengan karier tersebut wajib dilakukan oleh sekolah-sekolah untuk membuat siswa-siswanya berhasil menjalani kariernya. Nah, siapakah yang paling bertanggungjawab terhadap bimbingan karier ini? Apakah guru BK? Apakah guru matapelajaran? Apakah guru wali kelas? Ataukah kepala sekolah? Atau siswa itu sendiri? Secara tertulis, bimbingan karier berada dalam kewenangan dan tugas guru BK sebab guru BK memiliki kewajiban untuk membantu perkembangan optimal peserta didik
dalam empat bidang utama, yaitu pribadi-sosial, akademik, karier, spiritual dan religiusitas. Maka jelas, guru BK memiliki peran sentral dalam pelaksanaan bimbingan karier. Namun demikian, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa guru BK tidak mungkin menyelesaikan seluruh kewajibannya sendirian, maka guru BK perlu diberi bantuan oleh pihak lain di sekolah masing-masing. Siapakah pihak lainnya? Terutama adalah para sesama guru yang memiliki lebih banyak kesempatan tatap muka dengan masing-masing siswa di sekolah. Dengan demikian, kerjasama yang baik antara guru dan guru BK sangat dibutuhkan demi terlaksananya bimbingan karier yang baik. 

Pada tulisan ini yang akan dibahas baru terbatas pada bimbingan karier di sekolah menengah saja, karena bimbingan karier untuk siswa sekolah dasar dan pendidikan anak usia dini membutuhkan keterampilan khusus. Bahasan dibatasi dengan tujuan menghilangkan banyak kebingungan yang mungkin akan ditemui jika dituliskan di sini. 

Adapun bimbingan karier pada jenjang sekolah menengah bisa dilakukan secara kolaboratif antara guru BK dan guru matapelajaran atau wali kelas sebagai berikut.

  • Guru matapelajaran masuk ke kelas pelajaran masing-masing sesuai dengan alokasi waktu yang telah diberikan oleh pihak sekolah,
  • Guru matapelajaran melakukan pengamatan dan pencatatan terkait perkembangan siswa-siswa dalam matapelajaran yang diampunya, 
  • Guru matapelajaran merekap catatan tersebut dan mengelompokkan siswa-siswa tertentu yang menonjol atau justru sebaliknya, berada pada golongan ‘bawah’ pada matapelajarannya masing-masing, 
  • Dokumen yang telah berupa rekap bisa diserahkan pada guru BK dengan disertai diskusi antara guru kelas dan guru BK tentang bagaimana perkembangan siswa-siswa di kelas secara kualitatif, utamanya yang belum tercantum dalam dokumen,
  • Guru BK melakukan follow up dengan cara berikut.
  • a. Mengamati dokumen masing-masing guru matapelajaran,
    b. Mempelajari portofolio siswa-siswa yang ada dalam dokumen dan mengelompokkannya untuk menentukan langkah bimbingan karier yang akan dilakukan,
    c. Bagi siswa yang tidak memiliki kebutuhan khusus (tidak termasuk menonjol atau berada pada golongan ‘bawah’) bisa diberikan bimbingan karier dengan strategi bimbingan kelompok, simulasi, papan bimbingan, leaflet, career day, dan bimbingan klasikal,
    d. Bagi siswa yang berada pada golongan menonjol bisa diberikan bimbingan karier berupa bimbingan kelompok bersama dengan sesama golongan menonjol untuk bisa bersama-sama memetakan arah  karier sebab mereka yang berada di golongan ini cenderung lebih mudah untuk didorong memikirkan masa depan, termasuk di dalamnya pemilihan karier,
    e. Bagi siswa yang berada pada golongan bawah, bisa diberikan bimbingan karier dengan strategi bimbingan kelompok dan atau konseling kelompok untuk mengetahui bagaimana hambatan yang mereka alami sehingga berada pada golongan bawah dan ditemukan penyelesaian bersama terkait pilihan karier mereka. Selain itu, siswa yang tidak berkenan untuk dikelompokkan dan
    diikutsertakan dalam bimbingan kelompok atau konseling kelompok, bisa ditindaklanjuti dengan pemberian konseling kelompok, 
  • Hasil dari bimbingan karier yang dilakukan oleh guru BK sebagaimana terencana pada poin a  sampai e tersebut, kemudian disampaikan pada guru wali kelas sebagai transparansi kegiatan bimbingan, 
  • Berdasarkan hasil tersebut, sekolah bisa memfasilitasi lebih lanjut bimbingan karier yang telah berjalan, misalnya dengan mempersiapkan info beasiswa, mempersiapkan hubungan dengan sekolah tinggi atau perusahaan  yang menjadi tujuan dari siswa, dan lain-lain.  
  • Sebagai catatan, poin a sampai e tersebut adalah idealnya bimbingan karier dilakukan di sekolah, namun jika pada kenyataannya bimbingan karier dilakukan langsung oleh guru BK pun tidak masalah, hanya saja pasti akan menyulitkan terkait administrasinya.

Sebagai upaya perencanaan masa depan siswa, bimbingan karier menjadi satu hal yang wajib dilakukan dengan kooperatif dan penuh tanggungjawab dari seluruh personel sekolah.
 

Mau donasi lewat mana?

Trakteer Penulis
BCA - Imam Noor Khafidzin (097-0852-034)
JAGO - Imam Noor Khafidzin (1002-7550-4232)
BNI - Imam Noor Khafidzin (725-649-655)
Traktir creator minum kopi dengan cara memberi sedikit donasi. klik icon panah di atas
Blogger | Gamer | Traveller | Colleger
Read Also :

Post a Comment