. Metode Pembelajaran: Bermain Peran (Role Playing) - NoorKhafidzin -->

Metode Pembelajaran: Bermain Peran (Role Playing)

Pengertian

Bermain peran (role playing) adalah mendramatisasikan cara bertingkah laku orang-orang tertentu dalam  posisi yang membedakan peranan masing-masing dalam suatu organisasi atau kelompok di masyarakat (Tien Kartini, 2007). Jadi secara singkat metode bermain peran adalah cara atau jalan untuk mendramatisasikan cara bertingkah laku orang-orang tertentu didalam posisi yang membedakan peranan masing-masing.
Apabila ditinjau secara istilah, metode bermain peran adalah bentuk metode mengajar dengan mendramakan/ memerankan cara bertingkah laku dalam hubungan sosial, yang lebih menekankan pada kenyataan-kenyataan dimana para murid diikutsertakan dalam memainkan peranan di dalam mendramakan masalah-masalah hubungan sosial. Metode ini kadang-kadang disebut dengan dramatisasi (Zuhairini, dkk., 1983)

Tujuan

Bermain peran dalam proses pembelajaran yang ditujukan agar siswa dapat mendramatisasikan tingkah laku, atau ungkapan gerak-gerik wajah seseorang dalam hubungan sosial atau manusia. Menurut Santosa (2010 : 18) tujuan bermain peran adalah agar siswa dapat:

  1. memahami perasaan orang lain, menempatkan diri dari situasi orang lain
  2. mengerti dan menghargai perbedaan pendapat.

Dengan demikian peran mereka dapat menghayati peranan apa yang dimainkan, mampu menempatkan diri dalam situasi orang lain yang dikehendaki guru. Siswa tersebut juga bisa belajar watak dari orang lain, cara bergaul dengan orang lain, cara mendekati dan berhubungan dengan orang lain, dalam situasi itu mereka harus bisa memecahkan masalahnya sendiri.

Prinsip dan Ciri-Ciri

Prinsip dasar metode pembelajaran Role Playing :

  1. Prinsip dasar dalam pembelajaran bermain sebagai berikut: Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya. 
  2. Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota adalah tim.
  3. Kelompok mempunyai tujuan yang sama.
  4. Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya.
  5. Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi
  6. Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.
  7. Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok bermain

Ciri-ciri metode Role Playing :

  1. Siswa dalam kelompok secara bermain menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai.
  2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan yang berbedabeda, baik tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah. jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender.
  3. Penghargaan lebih menekankan pada kelompok dari pada masing-masing individu.

Kelebihan

Kelebihan model ini adalah, sebagai berikut:

  1. Menarik perhatian siswa karena masalah-masalah sosial berguna bagi mereka.
  2. Siswa berperan seperti orang lain, sehingga ia dapat merasakan perasaan orang lain, mengakui pendapat orang lain itu, saling pengertian, tenggang rasa, toleransi.
  3. Melatih siswa untuk mendesain penemuan.
  4. Berpikir dan bertindak kreatif.
  5. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis karena siswa dapat menghayatinya.
  6. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
  7. Merangsang perkembangan kemajuan berpikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
  8. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja (Djumingin, 2011: 175-176).
  9. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh
  10. Dapat berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa. Disamping merupakan pengalaman yang menyenangkan yang saling untuk dilupakan;
  11. Sangat menarik bagi siswa, sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias;
  12. Membangkitkan gairah dan semangat optimisme dalam diri siswa serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kesetiakawanan sosial yang tinggi (Santoso, 2011).
  13. Sebagai suatu model pembelajaran role playing mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan (Djamarah dan Aswan, 1997: Hasibuan dan Moedjiono, 1995 : Prasetyo, 2001)

Kelebihan role playing :

  1. Siswa melatih dirinya untuk memahami, mengingat dan menghayati isi cerita yang harus diperankan.
  2. Siswa akan terlatih berinisiatif dan berkreasi.
  3. Kegiatan ini menyenangkan, sehingga siswa akan wajar terdorong untuk berpartisipasi.
  4. Kerja sama antar pemain dapat ditumbuhkan dan dibina sebaik mungkin, sehingga interaksi siswa terjadi dengan baik.
  5. Siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tanggung jawab dengan sesama.
  6. Memvisualisasikan hal-hal yang abstrak.
  7. Melatih berfikir kritis karena siswa terlibat dalam analisa proses.
  8. Menimbulkan respon positif dari siswa yang lamban, kurang cakap dan kurang memotivasi. 
  9. Bakat yang ada pada diri siswa dapat dipupuk, sehingga dimungkinkan akan muncul bibit seni drama di sekolah.

Kekurangan

Metode bermain peranan memelrukan waktu yang relatif panjang/banyak
Memerlukan kreativitas dan daya kreasi yang tinggi dari pihak guru maupun murid. Dan ini tidak semua guru memilikinya
Kebanyakan siswa yang ditunjuk sebagai pemeran merasa malu untuk memerlukan suatu adegan tertentu
Apabila pelaksanaan sosiodrama dan bermain pemeran mengalami kegagalan, bukan saja dapat memberi kesan kurang baik, tetapi sekaligus berarti tujuan pengajaran tidak tercapai
Tidak semua materi pelajaran dapat disajikan melalui metode ini


logo
Berlomba-lombalah dalam kebaikan, fastabiqul khairat.
  • Twitter
  • Instagram
  • Subscribe Our Newsletter

    Related Posts

    Buka Komentar
    Tutup Komentar

    0 Response to "Metode Pembelajaran: Bermain Peran (Role Playing)"

    Post a Comment

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel